Kisah Unik dan Lucu Bung Karno

Kisah Unik dan Lucu Bung Karno

sejarahindonesia.web.id – Kisah Unik dan Lucu Bung Karno, Dari perintah pertamanya sebagai presiden yang cukup unik, yakni sate ayam lima puluh tusuk, lalu soal kendaraan dinas Presiden Pertama Indonesia yang merupakan mobil curian, hingga mengenai Bung Besar pernah bokek.

  • Doa Monumental 1 Juni 1945

Hari ini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. 73 tahun lalu, Bung Karno menyampaikan pidato di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pidato ini dianggap sebagai salah satu pidato bersejarah Bung Karno yang paling monumental dan mengguncang dunia. Peristiwa inilah yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Baca juga : Fakta-Fakta Menarik dari Sejarah Indonesia

Sebelum berdiri di sidang BPUPKI ini, dari malam hingga memasuki dini hari di tanggal 1 Juni, Bung Karno dilanda kegundahan yang menyebabkannya tidak bisa tidur.

Lalu, Bung Karno melangkah ke bagian belakang rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat. Ia menengadahkan wajah ke langit sembari mengangkat kedua tangan, Bung Karno berdoa.

Setiap kali berpidato setelah itu, ia akan selalu menceritakan kisah tersebut dengan meneteskan air mata. Ia akan berhenti sejenak dan berkata “Maaf, kalau saya ingat ini, selalu terharu”.

  • Sate Ayam Lima Puluh Tusuk

Di balik cerita heroik dalam memproklamasikan kemerdekaan, ada cerita unik mengenai Bung Karno, sesaat setelah ia terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia.

Perintah pertamanya bukan menandatangani dekrit atau membentuk kabinet, melainkan memangil tukang sate.

“Sate ayam lima puluh tusuk,” teriak Bung Karno.

Lantas ia menyantap sate itu di pinggir jalan dekat selokan. Kebiasaan tersebut berlanjut. Bung Karno acapkali mengajak satu dua pengawal ke luar istana untuk mencari sate. Mereka akan makan bersama sambil jongkok di pinggir jalan atau duduk di bahu trotoar.

  • Bung Karno pun Pernah Bokek

Suatu hari Bung Karno mengutus stafnya untuk memanggil T. D. Pardede, pengusaha asal Medan, untuk ke Jakarta. Mereka bertemu dan berbincang dengan menteri saat itu. Usai pertemuan, Bung Karno mengajak kenalannya itu ke pojok ruangan seraya berkata “Bisa kau pinjamkan aku uang?”

Pardede kebingungan, lalu mengeluarkan uang seribu dolar dari jas. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya.

Kejadian lain, saat ia berjalan dengan Tri, mantan polwan yang pernah bekerja padanya. Waktu itu ia tidak lagi menjabat. Ia melihat rambutan, dan meminta Tri untuk membelikan. Jadilah kisah mantan polisi membelikan rambutan untuk mantan presiden yang bokek.

  • Mobil Curian untuk Kendaraan Dinas Sukarno

Kendaraan dinas Presiden Pertama Indonesia yaitu mobil limosin merek Buick Besar mobil tercantik se-Jakarta ketika itu. Dengan kapasitas penumpang 7 orang, tampilan mewah, dan bisa menjaga percakapan rahasia presiden di dalamnya.

Usut punya usut, mobil tersebut kepunyaan seorang Jepang yang menjabat Kepala Jawatan Kereta Api. Sudiro, salah satu pengikut presidenlah yang punya ide untuk mengambil mobil tersebut. Ia mendatangi rumah tersebut, lalu meminta kunci mobil kepada sopir yang kebetulan dikenalnya.

“Saya mau ‘curi’ mobil ini untuk presiden kita, Pak Karno. Beliau Presiden kita. Paham?” tutur Sudiro.

Si sopir yang memiliki rasa nasionalisme memberikan mobil tersebut. Sudiro memintanya untuk pulang ke Jawa Tengah agar tidak dimarahi majikannya.

Kini, kendaraan kepresidenan itu tersimpan rapi di Gedung Joang 45 bersama kisah lucu di baliknya.

Related posts