Silsilah Kerajaan Tarumanegara

tarumanegara pic

Silsilah Kerajaan Tarumanegara – Dalam kesempatan kali ini yang akan kita bahas adalah tentang kerajaan yang terletak di pulau Jawa,khususnya wilayah Jawa Barat,yang dimana merupakan Kerajaan Tertua kedua setelah Kerajaan Kutai,Kerajaan ini berdiri dari abad ke-4 sampai abad ke-7. Menurut catatan sejarah Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan beraliran agama Hindu.

Keberadaan Kerajaan Tarumanegara diketahui dari tujuh buah prasasti, dua arca wisnu, dan berita China. Lima prasasti ditemukan di Bogor, sedangkan sisanya masing-masing berada di Jakarta dan Banten. Adapun Prasasti yang terdapat di Bogor adalah sebagai berikut :

a. Prasasti Ciaruteun yang terketak dipinggir sungai Ciaruteun dan bermuara didekat sungai Cisadane. Prasasti ini sebelumnya dikenal dengan nama prasasti Ciampea.

b. Prasasti Jambu atau prasasti Koleangkak, terletak di daerah perkebunan Jambu,berjarak 30 km sebelah barat Bogor.

c. Prasasti kebon kopi, terletak dikampung muara Hilir, Cibungbulang.

d. Prasasti pasir awi di muara Cianten.

e. Prasasti muara Cianten di muara Cianten.

Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah Salakanegara. Lebih detailnya berada di daerah Banten dan Bogor. Ibukotanya Sundapura. Menurut prasasti Tugu pada tahun 417 M daerah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara meliputi Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon.

Prasasti yang terdapat di Banten, yaitu prasasti Cidanghiang atau prasasti Lebak. Prasasti Cidanghiang ditemukan dipinggir sungai Cidanghiang, pandeglang. Adapun prasasti yang terdapat di Jakarta adalah prasasti tugu. Prasasti tugu merupakan prasasti yang  terakhir ditemukan. Prasasti ini memiliki berita paling panjang dibanding prasasti-prasasti lain yang berkisah tentang kerajaan Tarumanegara.

sebelum kita membahas tentang Prasasti tersebut,alangkah baiknya kita juga mengenal nama Raja-Raja Kerajaan Tarumanegara

1.Jayasingawarman

Jayasingawarman berkuasa dari tahun 358 sampai 382 M. Beliau adalah salah satu dari pendiri Kerajaan Tarumanegara. Jayasingawarman adalah seorang maharesi dari India. Tepatnya Salankayana yang mengungsi ke nusantara yang daerahnya diserang dan ditaklukkan Kerajaan Magada yang dipimpin oleh Maharaja Samudragupta. Dirinya wafat dan dimakamkan di tepi sungai di bekasi tepatnya kali Gomati.

Pada saat Jayasingawarman berkuasa beliau memindahkan pusat kerajaan dari Rajatapura ke Tarumanegara. Rajatapura adalah nama lain dari Salankayana atau Kota Perak.

2.Dharmayawarman

Darmayawarman adalah anak dari Jayasingawarman yang menggantikan ayahnya. Beliau naik tahta pada tahun 382 M sampai 395 M. Tidak banyak catatan sejarah yang bisa didaptkan tentang Raja kedua Kerajaan Tarumanegara. Namanya hanya tercantum di Naskah Wangsakerta.

3.Purnawarman

Raja Purnawarman adalah raja yang terkenal di Kerjaan Tarumanegara. Namanya banyak tertulis di Prasasti pada abad ke-5.  Namanya tertulis juga di Naskah Wangsakerta dan ditulis dirinya memerintah dari tahun 395 M sampai 434 M.

Raja Purnawarman yang memindahkan ibukota kerajaan pada tahun397 M ke Sundapura. Inilah awal nama Sunda tercipta. Beliau menamakan ibukota Kerajaannya dengan Sunda untuk menyebut ibukota kerajaannya sendiri.

Berkat Raja Purnawarman kekuasaan Kerajaan Tarumanegara menjadi besar karena menguasai 48 kerajaan kecil dibawah kekuasaannya. Kekuasaannya membentang dari Salakanegara atau Rajapura yang diperkirakan berada di daerah Teluk Lada, Pandeglang sampai Purbalingga, Jawa Tengah. Batas Kerajaan Tarumanegara dulunya dianggap sampai Kali Brebes.

Setelah Kekuasaan Maharaja Purnawarman ada beberapa nama raja lain yaitu Wisnuwarman yang berkuasa pada tahun 434 M sampai 455 M. Kemudian digantikan anak beliau Indrawarman pada tahun 455 M sampai 515 M. Kemudian Maharaja Candrawarman pada tahun 515 M -535 M lalu dilanjutkan Suryawarman pada tahun 535 M dan berakhir pada 561 M.

4.Suryawarman

Suryawarman adalah raja Kerajaan tarumanegara yang ketujuh. Setelah ayahnya Maharaja Candrawarman meninggal, Beliau memerintah selama 26 tahun.

Suryawarman memiliki kebijakan yang berbeda dibandingkan ayahnya, raja terdahulu. Dulu Raja Candrawarman memberikan otonomi kepada raja-raja didaerah untuk mengurus kerajaannya sendiri. Tetapi Suryawarman mengalihkan pikirannya untuk perkembangan bagian tamu kerajaan. Hal itu ditunjukkan dengan didirikannya kerajaan oleh menantunya yaitu Manikmaya sebuah kerajaan di Kendan. Daerah Bandung dan Limbangan Garut.

Daerah timur saat itu berkembang sangat pesat dikarenakan didirikannya Kerajaan Galuh oleh cicit Manikmaya pada tahun 612 M.

Setelah Suryawarman raja-raja Kerajaan Tarumanegara berturut-turut adalah Kertawarman (561-628 M), Sudhawarman (628-639 M), Hariwangsawarman (639-640 M) Nagajayawarman (640-666 M)

5.Linggawarman

Raja Linggawarman adalah raja terakhir Kerajaan Tarumanegara. Linggawarman berkuasa dari tahun 666 M sampai 669 M. Saat itu Raja Linggawarman tidak mempunyai putera. Dia hanya mempunyai dua orang puteri. Puteri sulung bernama Manasih. Manasih menikah dengan Tarusbawa yang kelak menggantikan Linggawarman menjadi raja. Puteri bungsu bernama Sobakancana yang menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang kelak menjadi pendiri kerajaan terbesar di Indonesia, Kerajaan Sriwijaya.

dan sekarang kita kembali membahas tentang prasasti yang ditemukan,Dalam prasasti tugu dikatakan bahwa Raja Purnawarman telah menggali sungai Gomati dalam masa pemerintahannya yang ke-22. Panjang sungai 6122 busur (sekitar 12 km). Yang dikerjakan dalam waktu 21 hari. Sungai ini dibuat setelah sebelumnya masyarakat selesai melakukan penggalian sungai Chandrabhaga. Pada akhir pekerjaan penggalian, Raja Purnawarman sebagai Raja kerajaan Tarumanegara memberikan hadiah 1000 ekor lembu kepada para Brahmana.

Sungai Gomati digali untuk mengantisipasi bahaya banjir aliran sungai Chandrabhaga. Upaya Purnawarman ini menyiratkan betapa penuh perhatian seorang Raja kerajaan Tarumanegara kepada rakyatnya. Pekerjaan menggali sungai dilakukan secara bergotong royong dan tanpa paksaan. Hal ini memberi arti Raja Purnawarman telah berhasil menciptakan suasana damai dan tenteram di kerajaannya.

Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara ditulis dengan huruf pallawa dengan bahasa Sansekerta. Bentuknya syair. Agama yang menentukan corak pikiran sang raja adalah agama Hindu. Buktinya, pada prasasti Ciaruteun terdapat lukisan dan tapak kaki raja seperti kaki Wisnu. Wisnu ialah dewa pemelihara alam dalam agama Hindu. Didalam prasasti kebon kopi terdapat pula gambar tapak kaki gajah sang raja yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah Indra.

Selain prasasti, berita kerajaan Tarumanegara juga diperoleh dari Cina. Orang-orang Cina menyebut kerajaan Tarumanegara dengan sebutan To-lo-mo. Pada masa Dinasti sui dan Dinasti Tang. Beberapa kali kerajaan Tarumanegara mengirimkan utusan ke negeri Cina. Hal ini menyiratkan bahwa keberadaan Tarumanegara telah diakui kekaisaran Cina dan hubungan diplomatik telah terjalin antara keduanya. Demikian juga Fa Hien, seorang pendeta Cina pernah singgah di kerajaan Tarumanegara selama lima bulan pada tahun 414 Masehi. menurutnya agama yang dianut masyarakat Tarumanegara bukan hanya Hindu, melainkan juga agama Buddha dan agama “kotor”. Penganut agama Buddha sedikit sekali. Demikian pula agama Hindu yang baru mempengaruhi kalangan istana. Berbeda halnya dengan agama “kotor” yang dianut oleh bagian terbesar dari rakyat Tarumanegara. Menurut para ahli, agama “kotor” tersebut adalah kepercayaan masyarakat yang memuja roh nenek moyang (animisme).

Pada awal abad ke-5 Masehi penduduk kerajaan Tarumanegara telah mampu mengusahakan pertanian, peternakan, perikanan, perburuan binatang, pelayaran, perdagangan dan pertambangan. Pertanian yang dikerjakan terutama padi yang merupakan makanan pokok penduduk. Peternakan yang dilakukan misalnya Lembu, terbukti dengan adanya upacara yang menghadiahkan 1000 ekor lembu kepada para Brahmana. Kegiatan perikanan berupa produksi kulit penyu. Perburuan binatang bukan hanya terhadap binatang yang diambil dagingnya, melainkan juga badak dan gajah yang dapat diambil cula dan dagingnya sebagai komoditas ekspor. Usaha pertambangan dapat diketahui dari berita Cina yang mengatakan negaranya mendapatkan emas, perak dan benda perunggu dari kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara ternyata menaruh perhatian juga pada bidang kesenian, khususnya seni patung. Hal ini diketahui dari penemuan dua arca wisnu di desa cibuaya, karawang. Bentuk kedua arca memperlihatkan aliran seni di Jawa Barat pada saat itu. Arca ini ternyata mempunyai persamaan dengan langgam seni patung dari India pada abad ke-7 Masehi. Beberapa ahli menyebutkan bahwa tarumanegara sempat menjadi salah satu pusat seni pada abad tersebut.

 

Related posts