Jendral Perang Kerajaan di Indonesia

jendral gajah mada

Jendral Perang Kerajaan – Setiap kerajaan pastinya mempunyai seorang Jendral yang bertugas untuk memimpin tentara dan mengatur Strategi peperangan dalam mengalahkan musuh-musuhnya, Indonesia juga Mempunyai banyak Jendral-jendral perang yang sangat hebat dan terkenal pada masa jaman kerajaan dulu.

Pada zaman dahulu, di Indonesia saat kerajaan Nusantara ini masih berdiri tegak. Negeri ini banyak sekali menyimpan jendral yang sangat hebat. Saking hebatnya nama-nama para jendral tersebut masih lekat dengan kita saat ini.dan ini beberapa nama Jendral Perang jaman Kerajaan Nusantara yang berhasil kami himpun :

1.Gajah Mada

Gajah Mada, nama ini pasti tidak asing lagi ditelinga kalian. Seorang maha patih terhebat yang dimiliki oleh kerajaan Majapahit yang di kenal sangat lihai dalah berperang. Gajah mada juga ahli dalam strategi hingga kariernya terus menanjak hingga akhirnya menjadi seorang Amangkubumi atau perdana menteri.Pada zamannya dulu Gajah Mada mengantar kerajaan Majapahit menuju puncak kejayaan di masa Tribhuana Tunggal dewi dan Hayam Wuruk.

Sumpah Pala adalah sumpa yang digaungkan oleh Gajah Mada, dan sebagai bukti bahwa kesetiaan sang Maha Patih kepada negerinya. Ia juga memiliki ambisi untuk menyatukan Nusantara yang luas dengan kekuatannya. Gajah Mada adalah simbol nasionalisme yang sangat hebat dan patut untuk ditiru oleh siapa saja.

2.Pati Unus

Pati unus adalah raja kedua dari kerajaan Demak yang dikenal sangat hebat dan gagah berani. Pati unus ini banyak sekali melakukan penyerbuan ke luar Jawa hal ini dilakukan untuk melawan Portugis di daerah Malaka. Pati unus menginginkan para orang kulit putih itu meninggalkan wilayah Nusantara dan tidak lagi mengambil hasil bumi seperti rempah-rempah.

Sebagai raja dan jendral perang kerajaan ia mendapatkan banyak sekali melakukan kemajuan besar bagi kerajaan Demak. Beliau juga menyatukan umat islam di dalam negeri untuk melakukan jihad yang di dalam hal ini berperang melawan orang kulit putih yang menguasi kawasan Nusantara.

3.Raden Wijaya

Raden Wijaya adalah sosok seorang pendiri dan sekaligus raja pertama dari kerajaan Majapahit. Bahkan ia juga dikenal sangat pandai dalam berperang dan ahli strategi. Kemampuan ini yang membuat ia dapat naik tahta dan dapat mendirikan salah satu kerjaan terbesar dan terkuat di nusantara Indonesia.

Pada masa Raden Wijaya menjadi raja, ia banyak sekali melakukan expansi kekuasaan hingga melakukan perjalanan ke luar pulau. Namun, hal ini tidak berjalan indah, saat raden wijaya berkuasa perang saudara terjadi di Majapahit. Alhasil, banyak sekali kerusuhan dan membuat negeri Majapahit menjadi kacau. Untungnya Raden Wiajaya ini memiliki strategi penyelesaian masalahnya, hingga konflik itupun berakhir dengan cepat.

Baca juga :

 

 

4.Datu Banua Lima

Datu Banua Lima adalah salah satu nama dari lima jendral perang yang dimiliki oleh kerajaan Tanjungpuri di Kalimantan. Kerajaan Tanjungpuri ini termasuk besar dan memiliki kekuatan perdangan yang cukup mengangumkan. Pada saat Majapahit di pimpin oleh Laksamana Nala ia datang ke Kerajaan Tanjungpuri, nah, lima panglima perang ini menghadang dengan gagah dan berani.

Salah seorang dari lima panglima itu adalah panglima perang yang ahli dalam strategi. Selanjutnya ada juga yang ahli bertarung dengan bela diri dan sejata. Dan akhirnya ekpedisi dan penyerangan yang dilakukan oleh kerajaan majapahit gagal walaupun kedua belah pihak sama-sama mendapatkan korban jiwa yang banyak jumlahnya.

5.Laksamana Empu Nala

Di dalam kitab Negara kertagama terdapat nama Laksamana Empu Nala. Pada kita itu diceritakan bahwa Laksamana Nala adalah panglima perang kerajaan yang berjuang pada wilayah lautan. Beliau memimpin pasukan dan berperang di lautan walaupun kadang ikut membantu Gajah Mada untuk membantai banyak musuh di daratan.

Menurut beberapa cerita, Laksamana Nala sangat mengidolakan Gajah Mada. Ia juga banyak melakukan hal sesuai araha sang Maha Patih. Tidak hanya itu Laksamana Nala juga mengikuti sumpah palapa yang dikumandangkan oleh Gaja Mada. Beliau ingin menyatukan Nusantara menjadi satu tanpa terkecuali.

Related posts