Kerajaan Aceh Sebelum Masehi di Eropa

foto kerajaan aceh

Kerajaan Aceh Sebelum Masehi di Eropa – Aceh juga disebut sebagai Serambi Mekah karena mayoritas masyarakat yang hidup disana memeluk Agama Islam,Letak Aceh sangat strategis yaitu berada di tepi Selat Malaka sehingga menjadikan Aceh sebagai gerbang utama para pedagang luar memasuki wilayah nusantara pada awal Masehi. Oleh sebab itu Aceh penting dilihat sebagai salah satu wilayah perdagangan Internasional. Aceh merupakan pusat persinggahan para pedagang antara Tiogkok menuju India maupun Gujarat. Banyak pedagang yang membawa barang dagangan singgah di Aceh baik menghindari badai maupun istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Sejak Zaman Neolitik, Aceh menjadi wilayah penting dalam upaya perpindahan bangsa dari Asia dan ekspansi budaya India. Berita terawal tentang keberadaan Aceh terungkap dari Tambo Dinasti Han (Abad 1-6 M), dalam sumber tersebut disebutkan negeri yang bernama Huag-Tche, penduduk negeri ini sama dengan penduduk Hainan, hidup dari berdagang dan perampokan. Kaisar Wang-Mang dari Dinasti Han telah meminta penguasa negeri ini untuk mengirimkan budak sebagai upeti.

Namun di Eropa jauh sebelum tahun masehi terdapat berita tentang kedatangan kapal yang membawa barang dagangan ke Alexandria untuk di tukarkan dengan orang Arab Saba. Pelaut Aceh Sumatera tampak membawa hasil kekayaan alam seperti Lada, Merica, Cengkeh, Kapur Barus, Belerang, Emas, Perak, Timah dan Logam lainnya. Pada masa tersebut Sumatera termasuk salah satu wilayah pengahasil rempah terbesar di dunia. Pelaut-pelaut Aceh sudah berhasil mengarungi samudera yang luas. Mereka juga menguasai ilmu perbintangan sebagai pedoman pelayaran.

Baca juga :

 

 

Sementara orang India yang peradabannya sudah berkembang, mereka belum mampu membuat perahu layar. Walaupun secara geografis India dekat dengan Sumatera namun hanya bisa menghayal tentang keindahan Pulau Sumatera. Suatu pulau yang indah dan dipenuhi dengan hasil Alam yang melimpah sebagaimana disebutkan dalam kakawin Ramayana karya Walmiki.

Dari beberapa sumber sejarah disebutkan terjadi perpindahan orang-orang dari Sumatera ke Madagaskar jauh sebelum tahun masehi dengan menggunakan kapal layar. Menurut catatan Iskandar Agung ( Alexander the Great) menjumpai pelaut dari Sumatera yang berlabuh di sungai Indus. Pelaut yang berasal dari Sumatera mengunjungi kerajaan Romawi.

Mereka menghadap Kaisar Claudius untuk melaporkan barang dagangannya. Kemudian ada juga cataan dari Idris Abad 10 masehi yang menyebutkan ia melihat pelaut Aceh di Madagaskar. Berita ini merupakan catatan penting yang dapat memberikan petunjuk bagi kita bahwa orang Aceh sudah berlayar sampai ke Eropa jauh Sebelum tahun Masehi.

Related posts