KERAJAAN KANDIS

Kerajaan Kandis

KERAJAAN KANDIS ABAD 1 SEBELUM MASEHI

KERAJAAN KANDIS berdiri pada abad 1 Sebelum Masehi dan tidak diketahui jelasnya hingga kapan masa kerajaan ini berakhir.  Kerajaan ini merupakan kerajaan yang tertua di Indonesia dan keberadaannya masih menjadi misteri. Kerajaan Kandis merupakan kerajaan Sumatera – Riau yang terletak di kota Alang, masuk ke dalam wilayah Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dua tokoh yang disebut sebagai raja kerajaan ini adalah Patih dan Tumenggung. Nenek moyang Lubuk Jambi diyakini berasal dari keturunan waliyullah Raja Iskandar Zulkarnain. Tiga orang putra Iskandar Zulkarnain yang bernama Maharaja Alif, Maharaja Depang dan Maharaja Diraja berpencar mencari daerah baru.

Kemudian berdirilah Kerajaan Kandis di Bukit Bakar yang diperintah oleh Raja Darmaswara yang disingkat dengan Daswara. Raja Darmaswara dalam menjalankan roda pemerintahannya dibantu oleh Patih dan Temenggung serta Mentri Perdagangan. Darmaswara membangun sebuah istana yang megah sebagai pusat pemerintahan yang diberi nama dengan Istana Dhamna.
Dengan berdirinya kerajaan-kerajaan baru, maka mulailah terjadi perebutan wilayah kekuasaan yang akhirnya timbul peperangan antar kerajaan. Kerajaan Koto Alang memerangi kerajaan Kancil Putih, setelah itu kerajaan Kandis memerangi kerajaan Koto Alang dan dikalahkan oleh Kandis. Kerajaan Koto Alang tidak mau diperintah oleh Kandis, sehingga Raja Aur Kuning pindah ke daerah Jambi, sedangkan Patih dan Temenggung pindah ke Merapi. Tidak lama kemudian, pembesar-pembesar kerajaan Kandis mati terbunuh diserang oleh Raja Sintong dari Cina belakang, dengan ekspedisinya dikenal dengan ekspedisi Sintong. Tempat berlabuhnya kapal Raja Sintong, dinamakan dengan Sintonga. Setelah mengalahkan Kandis, Raja Sintong beserta prajuritnya melanjutkan perjalanan ke Jambi.

Kandis merupakan sebuah kerajaan yang berdiri sendiri dikarenakan daerah dengan tanah yang subur sehingga menghasilkan rempah – rempah terutama lada. Nama Lubuk Jambi konon diperkirakan berhubungan dengan peristiwa serangan Jambi ke Kandis namun tidak dapat dipastikan kapan serangan itu terjadi. Serangan Jambi  telah meruntuhkan Kandis, namun Kandis tidak lenyap begitu saja, karena kemudian muncul Kerajaan Kuantan menggantikannya. Cerita ini tergambar dalam pantun yang masih dikenal di kalangan masyarakat Kuantan sampai sekarang, yaitu pantun Kandis-Kuantan. Dalam pantun tersebut tergambar bahwa, setelah Kerajaan Kandis runtuh, Kerajaan Kuantan berdiri menggantikannya.

KUANTAN

Kisah berdirinya kerajaan Kuantan bisa diambil dari kisah perjalanan Sang Sapurba. Untuk membangkitkan kembali bangsa Melayu, armada Sang Sapurba tiba di Bintan di mana ia menikahkan putranya, Sang Nila Utama dengan putri raja Kerajaan Bintan. Sang Sapurba melanjutkan perjalanan ke arah barat daya mencari tempat baru yang luas, di mana terdapat bangsa Melayu. Akhirnya, armada Sang Sapurba tiba di muara sungai besar, yaitu Sungai Indragiri. Sang Sapurba beserta rombongan terus berlayar ke arah hulu Sungai Indragiri. Suatu ketika, mereka kehabisan air, sementara air sungai masih terasa asin. Sang Sapurba memerintahkan pengikutnya untuk membuat lingkaran rotan berbentuk perisai besar dan meletakkannya di atas permukaan air sungai dan mencelupkan kakinya ke dalam lingkaran rotan. Tiba-tiba, air sungai yang semula asin menjadi tawar. Peristiwa tersebut terjadi di daerah Sapat, Indragiri Hilir. Rombongan Sang Sapurba mengambil perbekalan air dan kembali melanjutkan pelayaran menghulu Sungai Kuantan. Akhirnya, mereka sampai di pusat Kerajaan Kuantan di Sintuo.

Pelabuhan yang dimiliki kerajaan ini sangat indah, berada dalam lingkaran lembah sebuah bukit. Di sana terlihat kapal-kapal para pedagang Cina dan India yang membawa berbagai barang dagangan untuk ditukar dengan emas. Ketika Sang Sapurba tiba, Kerajaan Kuantan tidak memiliki raja. Oleh sebab itu, kedatangan Sang Sapurba disambut gembira oleh rakyat Kuantan, baik para pembesar, pemuka masyarakat, maupun rakyat jelata. Kemudian, mereka sepakat mengangkat Sang Sapurba menjadi raja, dengan persyaratan, Sang Sapurba bersedia membunuh Naga Sakti Muna yang telah merusak ladang milik rakyat. Sang Sapurba kemudian memerintahkan hulubalangnya, Permasku Mambang untuk membunuh sang naga dengan berbekal sundang(pedang modern) pemberian Sang Sapurba. Hulubalang Permasku Mambang berhasil membunuh naga tersebut, sehingga Sang Sapurba diangkat menjadi raja di Kuantan dengan gelar Trimurti Tri Buana. Dengan peristiwa ini, Kuantan kembali memiliki raja dan meneruskan warisan Kandis.

Tidak diketahui berapa lama Kerajaan Kandis-Kuantan ini berdiri. Namun, ada informasi yang menyebutkan bahwa, ketika Kuantan berdiri menggantikan Kandis, ibukota kerajaan yang semula di Padang Candi dipindahkan ke Sintuo, seberang Koto Taluk Kuantan sekarang ini. Daerah kekuasaan Kerajaan Kandis-Kuantan meliputi daerah Kuantan sekarang ini, yaitu mulai dari hulu Batang Kuantan, negeri Lubuk Ambacang sampai ke Cerenti.

Negeri ini disebut juga Rantau Nan Kurang Esa Dua puluh. Di setiap desa, ada tanah yang disebut tanah koto. Tanah koto ini adalah tanah perumahan yang menjadi milik bersama seluruh warga negeri. Setiap koto dikelilingi parit yang lebar dan dalam pada tiga bagian sisinya, sedangkan sisi lain langsung berbatasam dengan Batang (sungai) Kuantan.

KANDIS DAN MISTERI ATLANTIS

Kemunculan kerajaan Kandis dalam sejarah membuat banyak orang berspekulasi bahwa Kandis merupakan Atlantis yang telah hilang atau keduanya hanya memiliki kemiripan saja dari bentuk istana dan juga kehilangannya yang sangat misterius sehingga tidak bisa ditemukan hingga sekarang.

Bentuk kerajaan Atlantis dan Kandis melingkar dengan bagian tengah merupakan pusat dan di sekelilingnya terdapat saluran air. Penduduk yang ada di kawasan kerajaan Kandis percaya kalau istana kerajaan masih ada hingga sekarang. Istana itu tertutup oleh hutan sehingga tidak bisa ditemukan dengan mudah jika diamati dari udara.

 

Related posts