Kerajaan Mataram Islam Bagian Ke2

Kerajaan Mataram Islam Bagian Ke2

Sejarahindonesia.web.id – Berikut adalah lanjutan atau bagian ke 2 dari Artikel sebelumnya mengenai Kerajaan Mataram Islam mengenai aspek sosial dari budaya kerajaan tersebut dan juga penyebab dari runtuhnya kerajaan tersebut,

Aspek Sosial Budaya Kerajaan Mataram Islam

Setelah mengetahui tentang sejarah singkat Kerajaan Mataram Islam serta raja-raja yang pernah berkuasa, di sini anda akan mengetahui kehidupan sosial budayanya. Hal ini menarik untuk diketahui karena pada waktu itu, kehidupan sosial budaya Kerajaan Mataram Islam sudah tertata dengan sangat baik. Berikut penjelasannya :

A. Kehidupan Sosial

Kehidupan masyarakat Mataram Islam sangatlah tertata dengan baik. Dimana semua hal selalu berdasarkan hukum Islam. Tanpa meninggalkan norma-norma lama begitu saja. Dalam pemerintahan Mataram Islam, raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dan diikuti sejumlah pejabat kerajaan.

Di bidang keagamaan. Terdapat penghulu, khotib, naid dan surantana yang bertugas memimpin upacara-upacara keagamaan. Di bidang pengadilan dalam istana terdapat jabatan jaksa yang bertugas menjalankan pengadilan. Dan demi terciptanya ketertiban di seluruh kerajaan, Mataram Islam menciptakan peraturan yaitu anger-anger yang harus dipatuhi.

Baca Juga : Kerajaan Mataram Islam

B. Kehidupan Budaya

Berbeda dengan kerajaan Islam maritim, Kerajaan Mataram Islam lebih ke agraris feodal. Dimana Raja merupakan pemilik seluruh tanah yang ada di kerajaan beserta segala isinya. Sultan juga memiliki peran dalam panatagama atau pengatur dalam kehidupan agama Islam untuk masyarakat.

Pada aspek budaya, Mataram sangat berkembang pesat di bidang seni, sastra, ukir, lukis dan bangunan. Sedangkan pada masa kepemimpinan Sultan Agung telah terjadi perhitungan Jawa Hindu atau Saka yang menjadi penanggalan Islam dan Hijriah.

Runtuhnya Kerajaan Mataram Islam

Kemunduran Kerajaan Mataram Islam berawal ketika Sultan Agung merebut Batavia untuk menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Akan tetapi Mataram Islam mengalami kekalahan. Setelah kekalahan tersebut, kehidupan ekonomi rakyat terbengkalai, karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.

Perseteruan antara Wangsa Syailendra terhadap Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Ketika Mpu Sindok memulai periode di Jawa Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerang. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang atau Nganjuk, Jawa Timur. Peperangan dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Mataram Islam Faktor Internal Dan Eksternal

Runtuhnya Kerajaan Mataram Islam disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor Eksternal :

Letusan gunung Merapi yang mengeluarkan lahar. Lahar tersebut menimbun candi-candi yang didirikan oleh kerajaan sehingga candi rusak.
Pada tahun 927 – 929 M terjadi krisis politik.
Adanya campur tangan VOC dalam sistem pemerintahan
Adanya pertimbangan ekonomi.
Masuknya agama Islam, Adipari dari daerah pedalaman yang beragama Islam merasa tidak terikat oleh kekuasaan kerajaan Majapahit sehingga mereka tidak taat dan setia kepada penguasa yang beragama Hindu.

Faktor Internal :

Tidak ada pembentukan pemimpin baru
Perang saudara melemahkan kekuatan, perang paregreg menimbulkan malapetaka bagi rakyat dan kaum bangsawan

Itulah informasi mengenai Kerajaan Mataram Islam. Mulai dari sejarah, raja pendiri hingga faktor runtuhnya kerajaan Mataram Islam.

Dengan mengetahui informasi tersebut diharapkan anda tidak melupakan sejarah Bangsa kita yang panjang. Karena seperti kata Ir. Soekarno, Bangsa yang besar adalah Bangsa yang tidak melupakan sejarah serta menghargai perjuangan para pahlawannya.

Related posts