Kisah Sejarah Resiproksitas Subjek dan Objek

Kisah-Sejarah-Resiproksitas-Subjek-dan-Objek

sejarahindonesia – Identitas, apapun itu jenisnya, baik individu maupun kelompok, merupakan susunan akumulatif dari peristiwa-peristiwa yang saling menyilang di dalam ruang dan waktu. Peristiwa itu tidak pernah selesai sehingga kita selalu ada —apa yang dinamakan saat sekarang adalah kondisi di dalam masa transisi secara terus menerus. Eksistensi kita ditandai dengan naluri untuk bertahan dan tetap hidup di dalam ruang pergesekan antara masa lampau dan kemungkinan-kemungkinan masa depan. Kemampuan manusia untuk bertahan dan menyusun narasi yang definitif mengenai identitasnya tersebut mengandaikan suatu negosiasi yang melibatkan kemampuan intelektual dan intuisi akan kondisi ideal yang ingin diciptakan.

Negosiasi ini menempuh banyak cara dan kondisi. Prosesnya bisa disepakati atau bisa menyebabkan konflik intersubjektif. Identitas tidak pernah homogen, Ia melibatkan penerjemahan berulang-ulang yang sangat subjektif dan disesuaikan dengan kepentingan untuk bertahan, yang pada dasarnya, sangatlah politis. Ada yang harus dipertahankan atau harus dieliminasi dalam proses untuk mencapai apa yang dikatakan kondisi kebertahanan. Pada hal ini, negosiasi jelas mengakui keterlibatan hubungan sejarah antara subjek dan objek.

Sejarah selalu merupakan proyek yang melibatkan interpretasi subjek dan secara langsung membentuk objeknya. Karena itu, sejarah berperan penting dalam resiproksitas antara subjek dan objek. Sejarah selalu menjadi lahan perebutan kekuasaan. Menguasai sejarah dapat diartikan menguasai kondisi-kondisi yang akan tercipta di masa yang akan datang. Pada titik itu, untuk melawan hegemoni kuasa narasi tertentu, proses negoisasi terhadap sejarah mutlak diperlukan. Bentuknya bukan negasi, tetapi negosiasi, karena di dalam sejarah itu sendiri tersusun narasi yang kompleks. Peleburan suatu sejarah tidak mungkin dilakukan, karena sifatnya selalu dialektis.

Baca Juga : Kisah Manusia Prasejarah Sudah Memahami Tuhan

Upaya-upaya negosisasi atas sejarah ini telah dilakukan oleh berbagai macam bidang studi yang menghasilkan ide-ide besar dalam sejarah kehidupan manusia. Filsafat cukup berperan penting dalam hal ini. Abstraksi pemikiran-pemikiran tersebut termanifestasi dalam bentuk sinema, literatur, seni rupa, musik, dan banyak lain. Sinema merupakan salah satu yang paling revolusioner dalam proses negosiasi ini. Mediumnya memungkinkan manusia untuk menerjemahkan kembali teks-teks yang sudah tercipta dalam konteks kuasa tertentu. Sinema dengan lentur mengubah struktur yang sudah terbentuk.

Lima filem yang masuk ke dalam program ini cukup eksperimentatif dan representatif dalam menjelaskan proses negoisasi terhadap kesejarahan yang berangkat melalui teropong individu maupun kelompok. Eksperimentasi yang dilakukan mampu meninggalkan kondisi yang kaku terhadap pembacaan teks-teks sejarah pada umumnya. Artefak-artefak fisik sejarah, seperti filem, foto, bangunan arsitektur, maupun yang metafisik seperti ingatan, identitas, ideologi tertentu, digunakan dan disusun dengan estetika tertentu sehingga mampu membongkar kembali posisi artefak sejarah itu sendiri. Apakah posisinya berada di dalam konstruksi masa lalu yang terdefinisikan ulang, atau bahkan sama sekali baru dengan memasukkannya ke dalam konstruk naratif yang puitik dan mengarah ke dalam pembacaan ulang sejarah secara radikal.

Eksperimentasi dalam sinema selalu bersifat dialektis. Sama seperti manusia, eksperimentasi juga berada di titik transisi yang terus menerus. Eksperimentasi selalu dibutuhkan dan diharuskan dalam konteks kebertahanan. Setidaknya, untuk menciptakan secara terus-menerus ruang-ruang yang membebaskan individunya. Eksperimentasi membawa kita selalu dalam pergesekan ruang mengenai ‘membentuk’ dan ‘dibentuk’ karena pada dasarnya manusia menghindar dari objektifikasi yang dilakukan oleh subjek lain. Kelima filem dalam program ini merupakan manifestasi aksi eksperimental yang sadar akan posisinya dan memberikan kemungkinan terbaik dalam sebuah negosiasi.

Related posts