1 4 min 11 bulan

sejarahindonesia.web.id – Wikramawardhana, yang juga dikenal sebagai Wikramawardana atau Wikramadhipa, adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Masa hidup Wikramawardhana ditandai oleh perjuangan politik, konflik internal, dan perubahan agama yang signifikan di Majapahit. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sejarah Wikramawardhana:

Awal Kehidupan: Tidak banyak yang diketahui tentang awal kehidupan Wikramawardhana. Ia merupakan putra dari Jayanegara, raja kedua Majapahit, dan adik tiri dari Tribhuwana Wijayatunggadewi, ratu ketiga Majapahit.

Pemerintahan Bersama: Setelah kematian Tribhuwana pada tahun 1350, Wikramawardhana naik takhta bersama dengan putrinya, Suhita. Namun, pemerintahan bersama ini tidak berlangsung lama karena Suhita meninggal pada tahun yang sama. Wikramawardhana kemudian menjadi raja tunggal.

Konflik dan Pemberontakan: Selama masa pemerintahannya, Wikramawardhana menghadapi konflik internal dan pemberontakan yang berkepanjangan. Bangsawan dan keluarga kerajaan yang tidak puas dengan kebijakan dan kepemimpinannya mencoba menggulingkannya. Beberapa pemberontakan ini berhasil ditumpas, tetapi situasi politik di Majapahit tetap tidak stabil.

Perubahan Agama: Salah satu peristiwa signifikan dalam pemerintahan Wikramawardhana adalah perubahan agama yang terjadi di Majapahit. Ia memeluk agama Islam pada pertengahan masa pemerintahannya dan mengadopsi nama muslim, Rajasanagara. Perubahan ini memiliki dampak besar pada kehidupan politik, sosial, dan keagamaan di kerajaan.

Kebijakan dan Perdagangan: Wikramawardhana memperluas hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan tetangga, termasuk dengan Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Ia juga mendorong pertumbuhan perdagangan dan ekonomi di Majapahit.

Kematian: Tanggal pasti kematian Wikramawardhana tidak diketahui. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia meninggal pada tahun 1389, sedangkan sumber lain menyatakan bahwa ia meninggal pada tahun 1398. Setelah kematiannya, Majapahit mengalami masa transisi yang ditandai dengan perubahan kepemimpinan dan situasi politik yang kompleks.

Masa hidup Wikramawardhana merupakan periode yang penuh dengan tantangan dan konflik di Kerajaan Majapahit. Perubahan agama dan konflik internal yang terjadi selama masa pemerintahannya membawa perubahan signifikan dalam sejarah Majapahit dan pengaruh Islam di wilayah tersebut.

Baca juga : Sejarah Indonesia & Masa Hidup Hayam Wuruk di Kerajaan Majapahit

Sejarah Wikramawardhana

Wikramawardhana, juga dikenal sebagai Wikramawardana atau Wikramadhipa, adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Sejarah Wikramawardhana ditandai oleh pemerintahan yang penuh dengan konflik dan perubahan agama yang signifikan di Majapahit. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sejarah Wikramawardhana:

Naik Takhta: Setelah kematian Tribhuwana Wijayatunggadewi pada tahun 1350, Wikramawardhana naik takhta bersama dengan putrinya, Suhita. Namun, Suhita meninggal pada tahun yang sama, sehingga Wikramawardhana menjadi raja tunggal Majapahit.

Konflik dan Pemberontakan: Selama masa pemerintahannya, Wikramawardhana menghadapi konflik dan pemberontakan yang terus-menerus. Bangsawan dan keluarga kerajaan yang tidak puas dengan kebijakan dan kepemimpinannya sering kali mencoba menggulingkannya. Meskipun ia berhasil mengatasi beberapa pemberontakan, situasi politik di Majapahit tetap tidak stabil.

Perubahan Agama: Salah satu peristiwa penting dalam pemerintahan Wikramawardhana adalah perubahan agama yang terjadi di Majapahit. Ia memeluk agama Islam pada pertengahan masa pemerintahannya dan mengadopsi nama muslim, Rajasanagara. Perubahan ini memiliki dampak besar pada struktur kekuasaan, kehidupan sosial, dan keagamaan di kerajaan. Meskipun perubahan ini terjadi, agama Hindu-Buddha tetap menjadi agama mayoritas di Majapahit.

Hubungan Luar Negeri: Wikramawardhana memperluas hubungan dagang dengan negara-negara tetangga seperti Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Ia juga menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara dan menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Peninggalan Budaya: Meskipun masa pemerintahan Wikramawardhana terjadi dalam periode yang penuh dengan konflik, ia meninggalkan beberapa peninggalan budaya. Salah satu contohnya adalah Kakawin Nagarakretagama, sebuah karya sastra yang menggambarkan Majapahit pada masa itu. Karya sastra ini memberikan gambaran tentang kehidupan dan kejayaan Majapahit pada masa Wikramawardhana.

Tanggal pasti kematian Wikramawardhana tidak diketahui dengan pasti. Namun, ia wafat pada sekitar tahun 1389 atau 1398. Setelah kematiannya, Majapahit mengalami periode transisi dan perubahan kepemimpinan yang mempengaruhi jalannya sejarah kerajaan.

One thought on “Sejarah Indonesia & Masa Hidup Wikramawardhana di Kerajaan Majapahit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *