Sejarah Masuknya Kristen ke Indonesia

Sejarah Masuknya Kristen ke Indonesia

sejarahindonesia.web.id – Sejarah Masuknya Kristen ke Indonesia,  Pada tahun 1605 agama Kristen sudah bukan hal asing di Kepulauan Nusantara. Mungkin sekali pedagang-pedagang Kristen dari Khalifat Arab atau dari India Selatan menginjakkan kaki di Indonesia mulai dari abad ke-7 atau ke-8 M.

Pada tahun 1323-1324 seorang anggota Ordo Fransiskan, Oderico de Pordenone, mengunjungi Kalimantan, istana Majapahit, dan Sumatera. Dua puluh tahun kemudian seorang utusan Sri Paus bertemu dengan sejumlah orang Kristen di Sumatera.

Akan tetapi, pada zaman ini agama Kristen belum berakar di bumi Indonesia

Jemaat-jemaat yang mungkin ada tidak meninggalkan bekas, dan bagaimanapun hanya terdiri atas pendatang. Sebaliknya, perluasan agama Kristen yang berlangsung dalam abad ke-16 meletakkan dasar gereja yang berdiri hingga sekarang. Sekitar tahun 1500 missi Katolik Roma masuk berbarengan dengan prajurit dan pedagang Portugis dan Spanyol.

Baca juga : 5 Kisah Tentang Kemerdekaan Indonesia

Misionaris Portugis di Indonesia
Fransiscus Xaverius adalah seorang misionaris yang banyak dikenal penduduk Indonesia. Berkat usahanya, agama Katolik berkembang di Indonesia terutama Indonesia Timur.

Salah satu tujuan penjelajahan samudra oleh orang-orang Eropa adalah menyebarkan agama Kristen (Gospel). Oleh karena itu, pada setiap kapal yang berlayar turut serta pula para pendeta agama Kristen. Pada awal abad ke-16, para pelaut Eropa berhasil menemukan daerah-daerah baru. Sejak saat itulah, agama Kristen menyebar ke seluruh penjuru dunia. Penyebaran agama Kristen ke seluruh penjuru dunia dilakukan oleh para misionaris Spanyol dan Portugis.

Hal itu disebabkan kedua bangsa inilah yang mempunyai hak berdagang di dunia sampai menjelang akhir abad ke-16, juga karena perintah Paus Fransiscus di Roma. Misionaris Portugis yang terkenal adalah Fransiscus Xaverius adalah tokoh Xaverius dan Matteo Ricci.

Mereka menyebarkan agama Katolik di misionaris yang berjasa India, Maluku, Cina, dan Jepang. Misionaris Spanyol menyebarkan mengenalkan agama Katolik ke Filipina.

Usaha-usaha yang ditempuh Portugis dalam menyebarkan agama Kristen bukannya tanpa halangan. Rakyat dan penguasa pribumi yang umumnya beragama Islam menentang aktivitas penyebaran agama Katolik oleh bangsa Portugis. Di samping itu, kedatangan Belanda di Maluku juga menjadi penghalang sehingga sejak saat itu penyebaran agama Katolik hanya terbatas di daerah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Sangihe Talaud. Ketika Portugis terusir dari Maluku dan menetap di Timor Timur, daerah-daerah yang mendapat pengaruh agama Katolik masih termatas. Daerah-daerah di Timor Timur yang mendapat pengaruh agama Katolik, seperti Flores bagian timur, Pulau Solor, dan pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Timur.

Zending Belanda di Indonesia.
Pada abad ke-17, peranan agama Katolik di Belanda sebagai agama resmi digantikan oleh agama Protestan. Pemerintah Belanda melarang aktivitas agama Katolik secara terbuka.

Pelaksanaan ibadah umat Katolik pun mulai dibatasi. Belanda mulai mengirim para zending-nya untuk menyebarkan agama Prote stan.

Sejak abad ke-17, peranan Portugis dalam perdagangan di Asia makin merosot. Akibatnya, penyebaran agama Katolik makin mundur dan digantikan oleh Belanda (VOC). Pada zaman VOC, para zending Belanda menyebarkan agama Protestan di Indonesia.

Para tokoh zending yang berjasa menyebarkan agama Protestan di Indonesia, antara lain Ludwig Ingwer Nommensen, Sebastian Qanckaarts, Andrian Huiseas,ane..ereamenyebarkan agama Protestan di Maluku, Sangir Talaud, Timor, Tapanuli, dan sebagian Jawa serta Sumatera.

Related posts