Sejarah Pribumi Indonesia itu Suku Apa?

Sejarah Pribumi Indonesia itu Suku Apa?

sejarahindonesia.web.id – Pribumi indonesia adalah anak dari Indonesia atau sekelompok warisan sosial budaya yang ada di Indonesia itulah penduduk asli Indonesia.

Istilah “Pribumi” sendiri muncul di era kolonial Hindia Belanda setelah diterjemahkan dari Inlander (bahasa Belanda untuk “Pribumi”), istilah ini pertama kali dicetuskan dalam undang-undang kolonial Belanda tahun 1854 oleh pemerintahan kolonial Belanda untuk menyamakan beragam kelompok penduduk asli di Nusantara kala itu, terutama untuk tujuan diskriminasi sosial. Selama masa kolonial, Belanda menanamkan sebuah rezim segregasi (pemisahan) rasial tiga tingkat; ras kelas pertama adalah “Europeanen” (“Eropa” kulit putih); ras kelas kedua adalah “Vreemde Oosterlingen” (“Timur Asing”) yang meliputi orang Tionghoa, Arab, India maupun non-Eropa lain; dan ras kelas ketiga adalah “Inlander”, yang kemudian diterjemahkan menjadi “Pribumi”.

Baca juga : Kisah Tragis, Akhir dari Presiden Pertama Indonesia Soekarno

Sistem ini sangat mirip dengan sistem politik di Afrika Selatan di bawah apartheid, yang melarang lingkungan antar-ras (“wet van wijkenstelsel”) dan interaksi antar-ras yang dibatasi oleh hukum “passenstelsel”. Pada akhir abad ke-19 Pribumi-Nusantara seringkali disebut dengan istilah Indonesiërs (“Orang Indonesia”).

Jumlah Pribumi-Nusantara adalah sekitar 95% dari penduduk Indonesia. Dengan perkiraan penduduk Indonesia pada tahun 2006, angka ini diterjemahkan menjadi sekitar 230 juta orang saat ini. Sebagai payung warisan budaya yang serupa di antara berbagai kelompok etnis di Indonesia, budaya Pribumi-Nusantara memainkan peran penting dalam membentuk kondisi sosial ekonomi negara.

Ada lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia. 200 juta dari penduduknya adalah keturunan asli Nusantara.

Kelompok etnis terbesar di Indonesia adalah suku Jawa yang membentuk 41% dari total populasi. Populasi orang Jawa terkonsentrasi di pulau Jawa, tetapi jutaan orang telah bermigrasi ke pulau-pulau lain di seluruh Nusantara. Suku Sunda, Melayu, dan Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di Indonesia. Banyak kelompok etnis kecil, khususnya di Kalimantan dan Papua, hanya memiliki jumlah ratusan. Sebagian besar bahasa daerah Indonesia berasal dari rumpun bahasa Austronesia, meskipun jumlahnya signifikan, contohnya di Papua yang berbicara dalam bahasa Papua.

Beberapa kelompok etno-linguistik utama Indonesia.
Pembagian dan klasifikasi kelompok etnis di Indonesia tidak kaku dan dalam beberapa kasus adalah tidak jelas karena hasil dari migrasi, juga budaya dan pengaruh linguistik, misalnya bahwa beberapa kalangan mungkin setuju bahwa orang Banten dan orang Cirebon adalah dari kelompok etnis yang berbeda dengan dialek mereka sendiri yang berbeda; namun kalangan yang lain mungkin menganggap mereka sebagai sub-kelompok etnis Jawa, anggota masyarakat suku Jawa yang lebih besar.

Kasus yang sama juga dengan orang-orang suku Baduy yang berbagi begitu banyak kesamaan dengan orang-orang suku Sunda sehingga mereka dapat dianggap sebagai berasal dari kelompok etnis yang sama.

Contoh dari etnis campuran adalah “Orang Batavia” (“Betawi”), hasil dari campuran etnis Pribumi-Nusantara yang berbeda-beda dengan orang Arab dan orang Tionghoa sejak era kolonial Batavia (sekarang Jakarta).

Semua anak yang lahir di Indonesia adalah berkewarganegaraaan Indonesia.  UU Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Related posts