VOC Dan Indonesia

VOC Dan Indonesia

sejarahindonesia.web.id Salah satu kongsi dagang terbesar pada jamannya adalah VOC,keluaran Belanda, dengan sistem monopoli yang imba,mereka berhasil meremukkan ekonomi Indonesia .Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Verenigdee Ostindische Compagnie.

Sejarah VOC Belanda
Vereenidge Oostindische Compagnie atau yang sering di katakan VOC adalah Persekutuan Perusahaan Hindia Timur. Kongsi dagang asal Belanda ini telah mengambil alih aktivitas perdagangan di Asia dan menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur.

Dinamakan Hindia Timur karena diwilayah barat ada juga yang disebut persekutuan dagang Hindia Barat yang bernama Geoctroyeerde Westindische Compagnie. Rakyat Indonesia kala itu menyebut VOC dengan sebutan Kompeni. Pemanggilan itu didasari dari kata Compagnie. Pemerintahan Belanda mendukung kelancaran usaha VOC di Indonesia dan dapat melaksanakan tugasnya secara leluasa, maka VOC memiliki beberapa hak istimewa ( Hak Octroi), yaitu :
1.Hak monopoli perdagangan
2.Hak mencetak dan mengedarkan uang
3.Hak mengangkat dan memperhentikan pegawai
4.Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.Hak memiliki tentara sendiri
6.Hak mendirikan benteng
7.Hak menyatakan perang dan damai
8.Hak mengangkat dan memperhentikan penguasa-penguasa setempat.
9.Hak menjalankan kekuasaan kehakiman
Dengan adanya hak istimewa ini, VOC dapat berkembang dengan pesat. Untuk mengusung kepentingan VOC diangkatlah gubenur jendral VOC yang pertama yaitu Pieter Both (1610-1614). Pieter Both saat itu memiliki pandangan bahwa Jayakarta adalah sebuah kota yang strategis. Pada tahun 1611 Jayakarta jatuh ketangan VOC dan diubah namanya menjadi Batavia dan menjadi pusat kekuasaan VOC pertama di Indonesia

Baca Juga : Sejarah Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia

Tujuan Dibentuknya VOC :
*Menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga sanggup memperoleh kentungan maksimal.
*Memperkuat kedudukan bangsa Belanda terhadap persaingan dengan para pedagang bangsa Eropa lainnya
*Untuk memonopoli perdagangna di wilayah Nusantara
*Membantu dana pemerintah Belanda menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.
Politik Ekonomi VOC yang Diterapkan di Indonesia
Cara yang digunakan VOC untuk mendapatkan keuntungan besar adalah dengan cara melakukan monopoli perdagangan. Maka dari itu VOC melakukan pemberlakuan beberapa peraturan dalam menjalankan niatnya tetapi sangat memberatkan masyarakat Indonesia asli. Peraturannya tersebut di antara lain:
*Verplichte Leverantie : Memaksa masyarakat Indonesia asli untuk menjual hasil bumi seperti lada, kapas, kayu manis, gula, beras, nila, dan hewan ternak dengan harga yang telah ditetapkan oleh pihak VOC. Pemberlakuan peraturan ini memaksa rakyat untuk menjual hasil bumi hanya kepada pedagang-pedagang VOC.
*Contingenten : Kewajiban rakyat untuk membayar pajak hasil bumi mereka.
*Ektripasi : Hak VOC untuk mengatur peredaran bahan rempah dengan cara menebang pohon rakyat agar harga tidak merosot tajam
*Pelayaran Hongi : Pengawasan perdagangan menggunakan perahu kora-kora untuk menghalangi terjadinya penyelundupan dan pasar gelap. Bagi yang melanggar VOC akan menyita barang dagangannya, pelaku akan dipenjara, dijual ke pasar, bahkan terkadang ada yang dibunuh.
*Preanger Stelsel : Peraturan ini juga disebut Sistem Priangan. Sistem ini diterapkan di wilayah Priangan pada tahun 1677-1871. Peraturan ini menjelaskan wajib pajak harus membayar pajak bukan berbentuk uang tetapi dalam bentuk hasil bumi yang setara dengan nilai pajak. Bagi yang tidak mempunyai lahan wajib bekerja di lahan milik VOC dengan sistem kerja paksa atau rodi tanpa upah.
Penerapan Politik Ekonomi VOC di Indonesia adalah hasil bumi Indonesia menjadi kebanggaan di pasar Internasional khususnya Eropa. Dampak negatifnya terjadi penindasan bagi rakyat Indonesia asli. Dampak positif bagi VOC adalah mereka mendapat keuntungan sebesar-besar untuk mengisi kas pemerintah Belanda.

Sistem Birokrasi dalam Tubuh VOC adalah
untuk menjalankan wilayah-wilayah di Indonesia. VOC mengangkat seorang Gubernur Jendral yang dibantu oleh empat orang anggota yang disebut Raad van Indie atau Dewan India. Dibawah Gubernur Jendral ada Gubernur yang memimpin daerah. Dibawah Gubernur terdapat residen yang dibantu asisten residen. Ada beberapa Gubernur yang dianggap berhasil mengembangkan usaha dagan dan kolonisasi di Indonesia:
1. Jaan Pieterszoon Coen ( 1619-1629 )
2. Antonio van Diemen ( 1636-1645 )
3. Joan Maetsycker ( 1653-1678 )
4. Cornelis Speelman ( 1681-1684 )

Dalam melaksanakan sistem pemerintahan VOC menerapkan sistem pemerintahan tidak langsung dengan memanfaatkan sistem feodalisme yang sudah berkembang di Indonesia.
Sejak kedatangan VOC ke Indonesia banyak melakukan penindasan kepada pribumi. Kerajaan-kerajaan yang ada pada saat itu juga merasa terusik. Sudah banyak perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan untuk mengusir VOC khususnya di Tanah Jawa. Beberapa perlawanan yang sudah dilakukan diantaranya:
*Perlawanan Mataram (1618-1629) : Dipimpin oleh Sultan Agung dari Kerajaan Mataram
*Perlawanan Banten (1651-182) : Dipimpin oleh Sultan Agung Tirtoyoso dari Kerajaan Banten
*Perlawanan Makassar (1666-1667) : Dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa
*Perlawanan Rakyat Maluku (1817) : Dipimpin oleh Thomas Matulesi atau dipanggil Pattimura

Faktor Terjadinya Kehancuran VOC
*Banyak pegawai yang korupsi
*Perubahan politik Belanda dari berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal dengan menganjurkan perdagangan bebas
*VOC terjerat banyak hutang
*Pembiayaan perang
*Banyaknya persaingan dagang di Asia khususnya Inggris dan Perancis

Dengan adanya tindakan korupsi yang dilakukan beberapa pejabat tinggi VOC. Bahkan pejabat kecil pun melakukan tindakan korupsi. Walaupun pendapatannya besar namun karena korupsi mengurangi kas pemasukan untuk Belanda. Bahkan hutang-hutang pun menumpuk sampai Belanda pun melakukan peminjaman. Tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan. Belanda menanggung hutang VOC yang menyebabkan kas Belanda berkurang bahkan sampai kosong.

Jadi kesimpulannya adalah VOC didirikan atas dasar dukungan dari pemerintah Belanda. VOC ini merupakan kongsi dagang asal Belanda yg mengambil alih aktivitas perdagangan di Asia dan menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur, VOC juga memiliki beberapa hak istimewa (hak octroi) agar dapat melaksanakan tugasnya secara leluasa. Akibat terjadinya korupsi yg dilakukan oleh beberapa pejabat, maka VOC di bubarkan pada 31 Desember 1799.

Related posts